Rekoleksi, Meet To Trust, Mega Tenda, Paroki Hati Kudus Yesus tersalib Rawak

  • Bagikan

Rekoleksi Atau Pendalaman Iman Untuk Siswa – Siswi Katolik Setingkat SMA yang Bernama Meet To Trust, Mega Tenda, Paroki Hati Kudus Yesus tersalib Rawak, Rabu (22/3/3024).

Uskup Mgr. Valentinus Saeng, CP sebagai pemateri.Temu Rohani untuk Siswa-Siswi Katolik tersebut mengangkat tema “Ngobrol Iman Menjadi Katolik Hebat”.

Diikuti 8 sekolah peserta dari 3 Paroki di Kabupaten Sekadau, yaitu Paroki Hati Kudus Yesus Rawak, Paroki Yesus Tersalib Nanga Taman, Paroki Santa Maria Bunda Allah Nanga Mahap.

Dalam sambutannya, Mgr. Valentinus Saeng, CP berharap kepada seluruh pelajar sepulangnya dari kegiatan Meet To Trust ini, mereka pulang untuk menjadi pribadi yang layak di percayai, memiliki kualitas iman, serta motivasi diri untuk maju.

“Saya berharap, sepulangnya dari acara temu Meet To Trust pelajar SMA ini, kalian semua menjadi pribadi yang layak dipercaya, memiliki kwalitas iman serta motivasi diri untuk maju,” ucap uskup Valentinus Saeng.

Beliau juga membemberi pandangan mengenai tantangan Indonesia dan Kalimantan saat ini, yaitu memindahkan IKN, mengijinkan migrasi, transmigrasi, mengutamakan industri maju, ingin menjadi negara maju, maka dari itu kaum muda bisa mengubah mental, siap berkompetisi, miliki toleransi dan nasionalis.

“Tantangan bagi kaum muda sekarang adalah akan dipindahkan ibu kota negara ke IKN, mengijinkan migrasi, transmigrasi, mengutamakan industri maju, ingin menjadi negara maju, maka dari itu kaum muda bisa mengubah mental, siap berkompetisi, miliki toleransi dan nasionalis,” tuturnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Bupati Sekadau, Aron, memberi motivasi kepada Pelajar atau Kaum muda, mereka menjadi garda terdepan untuk mengubah daerah kita, Kita pemerintah daerah secara bertahap memperbaiki IP3K, serta memberikan beasiswa satu desa satu dusun.

“Belajar itu kunci sukses didalam dunia pendidikan, siswanya punya semangat harus membara. Kita sebagai kaum muda kedepannya harus menjadi pelaku, jangan menjadi penonton di lingkungan pemerintahan daerah karena masa depan Sekadau 20, 30 tahun kedepan ada ditangan kalian semua”, ujarnya.

“Harapannya terus belajar dan jangan putus sekolah, saat ini banyak anak tidak berani jauh dari orang tua,” tutupnya.

Temu Rohani untuk siswa dan siswi Katolik diharapkan bisa membawa perubahan, melawan kencenderungan-kecenderungan negatif, sebagai agent perubahan, serta menjadi kaum muda yang semakin adil dan semakin bermartabat.

(Sy)

Editor: Libertus

  • Bagikan