Wakil Bupati Sekadau Membuka Rakor TPPS dan Penandatanganan Komitmen Bersama Pemangku Kebijakan

  • Bagikan
Foto: Wakil Bupati Sekadau, Subandrio membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan penandatanganan komitmen bersama Pemangku kebijakan Kabupaten Sekadau tahun 2023.

Sekadau, Kalbar IndoTimeNews.com – Wakil Bupati Sekadau, Subandrio membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan penandatanganan komitmen bersama Pemangku kebijakan Kabupaten Sekadau tahun 2023, bertempat di Aula Serbaguna lantai 2 kantor Bupati Sekadau. Rabu (29/3/2023).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan, kegiatan Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan kordinasi bagi tim TPPS dan seluruh stakeholder dalam upaya penurunan stunting.

“Saat ini kita perlu membangkitkan komitmen dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Sekadau pada target Nasional,” kata Henry Alpius.

Pada kesempatan itu juga, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio berharap dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menjadi penanda bagi seluruh pemangku kebijakan dan TPPS, untuk melaksanakan komitmen yang telah di tandatangani dengan konsisten, sesuai wilayah kewenangan masing-masing.

“Saya harap upaya konvergensi ini mampu mencegah munculnya lebih banyak permasalahan stunting di Kabupaten Sekadau,” kata Subandrio

Subandrio menambahkan, sesuai arahan presiden RI, bahwa pemerintah memiliki target nasional angka stunting mencapai 14% di tahun 2024, yang tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh kabupaten/kota di indonesia, termasuk kabupaten sekadau, yang masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk menurunkan prevalensi stunting, di mana berdasarkan data survei status gizi indonesia (SSGI) tahun 2022 prevalensi stunting kabupaten sekadau meningkat sebesar 35,5% dari tahun sebelumnya (26,5% pada tahun 2021).

“Sementara berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM) angka stunting kabupaten sekadaupada tahun 2021 sebesar 26,4% dan turun menjadi 21,1% pada tahun 2022,” jelasnya.

“tahun ini kita menargetkan prevalensi stunting di kabupaten sekadau dapat di turunkan menjadi 18%. Oleh karena itu
Saya mengajak seluruh pemangku kebijakan yang hadir, untuk secara aktif berpartisipasi dan menyukseskan pendampingan, konseling dan pemeriksaan kesehatan tiga bulan pra nikah, serta program lainnya, sehingga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sekadau dapat meningkat,”pungkasnya.

(Libertus)

  • Bagikan