Forum Wartawan & LSM Kalbar Indonesia: Soroti Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar Timbulkan Masalah Sosial di Masyarakat.

  • Bagikan
Foto: Syamsuardi Koordinator Forum Wartawan & LSM Kalbar Indonesia untuk Kabupaten Sintang.

Sintang, Kalbar IndoTimeNews.com – Dampak negatif langsung dari perkebunan kelapa sawit skala besar khususnya ekologi, ekonomi, sosial, budaya, konflik lahan dan sumber daya agraria, pencemaran lingkungan, pemanasan global, kerentanan pangan, pencemaran air, tanah dan udara.

Adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit, tidak serta merta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya di Kalbar.

kenyatanya masyarakat di sekitar perusahaan tetap saja jauh dari kata sejahtera.

bahkan perusahaan seringkali menimbulkan masalah dengan masyarakat seperti adanya sengketa lahan hak masyarakat seringkali di caplok perusahaan, sehingga banyak tanah dan pekarangan masyarakat tidak dapat di sertifikatkan di karenakan masuk areal hak guna usaha ( HGU ) perusahaan perkebunan.

Begitu juga mengenai pengelolaan antara kebun inti dan plasma, selain itu dalam praktik managemen ketenaga kerjaan baik itu menyangkut upah atau pemberhentian secara sepihak oleh perusahaan, hak pekerja seringkali di abaikan.

Selain itu terbentuknya KUD ( Koperasi Unit Desa ) ataupun koperasi di sekitar kebun hanya di jadikan alat oleh perusahaan.

Syamsuardi Koordinator Forum Wartawan & LSM Kalbar Indonesia untuk Kabupaten Sintang menyoroti secara tajam mengenai keberadaan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit khususnya yang ada di kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Syamsuardi menyoroti mengenai salah satu permasalahan mengenai tidak adanya keterbukaan salah satu koperasi di perusaah perkebunan kelapa sawit.

Seperti di alami Darmono CS sebagai petani plasma dari PT. Permata Mas Langgeng (PML) beberapa kali melayangkan surat secara resmi, meminta kepada TP3K Kabupaten Sintang untuk melakukan mediasi kepada Koperasi MITRA AUH BANYAU terkait adanya dugaan manipulasi data Laporan Pertanggung Jawaban ( LPJ ) Koperasi MITRA AUH BANYAU 2021 Pada Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) 2022 namun pengaduan tersebut tidak di responnya.

Adapun surat yg di layangkan oleh Darmono cs meminta agar TP3K memediasi karena adanya beberapa point yang menjadi dasar permintaan agar di lakukan mediasi tersebut, terkait dengan adanya dugaan manipulasi data pada Laporan Pertanggung Jawaban ( LPJ ) Koperasi MITRA AUH BANYAU 2021 Pada Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) 2022

Menurut Darmono Cs sebagai petani plasma PT PML, mengharapkan koperasi MITRA AUH BANYAU yang mandiri dan bermartabat bukan menjadi alat dan boneka dari PT PML Yang merupakan anak perusahaan dari CAKRA GROUP.

Agar PT PML tidak melakukan pembodohan terhadap pengurus koperasi MITRA AUH BANYAU dengan memanfaatkan keterbatasan SDM pengurus koperasi MITRA AUH BANYAU yang di anggap merugikan petani plasma PT PML.

Darmono Cs sebagai petani plasma PT PML juga menolak Laporan Pertanggung Jawaban tahun 2021 Pada Rapat Anggota Tahunan tahun 2022 koperasi MITRA AUH BANYAU

Untuk itu atas kejadian ini meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas terkait adanya dugaan manipulasi data dalam LPJ 2022 pada RAT 2021 oleh oknum pengurus Koperasi MITRA AUH BANYAU periode 2021- 2023

Menghapuskan dana talangan yang di rasa sangat merugikan Darmono Cs sebagai petani plasma PT PML

Mengkaji ulang semua biaya operasional yang di gunakan untuk kebun plasma PT PML

Selanjutnya untuk meninjau ulang semua perjanjian kerjasama antara petani plasma Koperasi MITRA AUH BANYAU dengan PT PML

Agar memasang patok batas lahan milik petani plasma per persil sesuai sesuai SK CPCL oleh koperasi MITRA AUH BANYAU dan PT PML

Mendesak kepada koperasi MITRA AUH BANYAU untuk mendirikan kantor koperasi di luar areal kebun inti.

Darmono cs merasa sangat kecewa sudah menunggu sekian lama tak kunjung mendapat panggilan dari TP3K kabupaten Sintang.

Rupanya TP3K kabupaten Sintang tidak memanggil Darmono cs karena sudah mendapat surat tertanggal,13 Maret 2023 dengan nomor: 001/kopsa MAB/2023, Perihal: Tanggapan atas pengaduan darmono cs, yang di duga itu merupakan surat perintah dari pengurus Koprasi Auh Banyau yang dengan tegas mengatakan:
mohon informasi tersebut tidak perlu di tanggapi dan/atau setidak-tidaknya di kesampingkan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan petani plasma secara keseluruhan).

Menurut Syamsuardi dari Forum Wartawan dan LSM Kalbar Indonesia Sebagai kuasa pendamping Darmono Cs yang merupakan petani plasma PT PML menduga adanya campur tangan PT PML dalam pembuatan LPJ Koperasi MITRA AUH BANYAU 2022 pada RAT 2021 maupun pembuatan surat yang memerintahkan Ketua TP3K agar mengabaikan laporan atau pengaduan dari Darmono cs.

Syamsuardi selaku koordinator Kabupaten Sintang, Forum Wartawan dan Lsm Kalbar Indonesia akan melaporkan pihak-pihak terkait kepada Aparat Penegak Hukum dengan di sertai dan di lengkapi bukti-bukti.

Seperti adanya pengakuan dari beberapa mantan anggota koperasi MITRA AUH BANYAU.

Salah satunya Saliono Selianus sebagai bendahara aktif koperasi MITRA AUH BANYAU periode 2021 s/d 2023. Bahwa Laporan Pertanggung Jawaban ( LPJ ) Koperasi MITRA AUH BANYAU 2021 Pada Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) 2022 sepenuhnya di buat oleh pihak perusahaan PT. PML melalui KTU dan ia sebagai bendahara aktif tinggal menandatangi menuruti perintah saja.

Berkas laporan rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi Mitra Auh Banyau (MAB) Tahun buku 2021, Desa Panggi Agung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalbar.

Lazarus sebagai kaur kewilayahan atau Kadus Jaung Hilir, Desa Landau Buaya yang sekaligus menjabat sebagai ketua koperasi MITRA AUH BANYAU periode 2021 sampai dengan 2023, dan Abdul Hakim Manager Kebun Plasma PT. PML. Sampai berita ini di terbitkan, pihak yang bersangkutan belum bisa di konfirmasi karena saat akan di temui beberapa kali tidak berada di tempat.

(Libertus)

  • Bagikan