Pelepasan Lahan Sport Center Sudah Dilakukan Secara Transparan

  • Bagikan
Foto: Dialog Publik: Pelepasan Lahan Sport Center Sudah di Lakukan Secara Transparan

SUMUT – DELI SERDANG, IndoTimeNews.com – Menurut Kabag Hukum PTPN, pelepasan lahan Sport Center di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sudah di lakukan sesuai dengan prosedur, dan transparan. Mulai dari Undang-Undang No.2/2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum, sampai Perpres No.71/2012, semuanya di lalui dengan proses yang benar.

Fakta ini di sampaikan Kabag Hukum PTPN 2 Ganda Wiatmaja, dalam Diskusi Publik di Hotel Antares, Medan, Kamis (25/05).

Menjawab pertanyaan sejumlah peserta diskusi, Ganda membantah adanya rumor, PTPN 2 telah membohongi Gubsu menyangkut pelepasan lahan seluas 300 hektar untuk kepentingan pembangunan area Sport Center tersebut.

Sebab SK 10/HGU/BPN/2004 merupakan bukti keabsahan kepemilikan PTPN 2 atas lahan di Desa Sena itu, dan sudah di teliti oleh Panitia Pengadaan tanah yang di bentuk Gubernur Sumatera Utara.

Diskusi yang juga di hadiri mantan Pimpinan KPK Saut Situmorang, mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, Rajamin Sirait, Praktisi Hukum Hadiningtyas, menyoroti persiapan Pemprov Sumut sebagai tuan rumah PON 2024. Peserta diskusi menilai Sumut tidak siap sebagai tuan rumah ajang olahraga Nasional itu. Karena sampai saat ini area Sport Center belum juga terlihat adanya pembangunan fasilitas apa pun.

Sayangnya diskusi tidak di hadiri pihak Pemprov Sumut maupun Dispora Sumut. Sehingga tidak bisa di gali informasi seputar progres persiapan sarana dan prasarana menyambut PON 2024.

Sementara PTPN 2 hanya menyangkut proses pelepasan lahan untuk kepentingan event Nasional tersebut.

“Apa yang kami lakukan dalam pelepasan tersebut, seluruhnya sudah mengikuti proses sesuai ketentuan perundang-undangan. Dan semuanya sudah di pertanggungjawabkan secara institusi,” papar Ganda Wiatmaja.

Menjawab tudingan adanya nilai yang simpang siur terhadap nilai ganti rugi yang di dapatkan PTPN 2. Menurut Ganda murni Rp 152 Milyar. Sesuai nilai yang di tentukan tim dan sudah di audit secara internal maupun eksternal PTPN 2.

  • Bagikan