Bupati Sanggau Buka Gawai Dayak Nosu Minu Podi 2023 Dengan Prosesi Pancong Buluh Muda

  • Bagikan
Foto: Bupati Sanggau Paolus Hadi laksanakan prosesi pancong buluh muda

SANGGAU, IndoTimeNews.com – Gawai dayak nosu minu podi XIX Kabupaten Sanggau tahun 2023 resmi di buka. Bupati Sanggau Paolus Hadi membuka dengan prosesi pancong buluh muda. Dengan di pancongnya buluh muda, Gawai dayak nosu minu podi XIX Kabupaten Sanggau tahun 2023 resmi di buka. Bertempat di Rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau, Kalbar, Jumat 7 Juli 2023.

Gawai yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Juli 2023 kali ini mengangkat tema “Sabang Merah Bermartabat”.

Tuan rumah Gawai dayak nosu minu podi XIX Kabupaten Sanggau tahun 2023 adalah Kecamatan Balai.

Gawai dayak kali ini di hadiri oleh Gubernur Kalbar di wakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalbar, Ignatius Ik, dan di dampingi Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Wakil Bupati Sanggau yang juga Ketua DAD, Yohanes Ontot, Forkompimda Sanggau, Ketua DAD Provinsi Kalbar, Cornelius Kimha.

Kemudian hadir juga beberapa Anggota DPR RI di antaranya Lasarus, Cornelis, Adrianus Asia Sidot, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Anggota DPRD Sanggau, Kepala OPD Sanggau, tokoh masyarakat dari lintas etnis, pangeran ratu Surya Negara, dan tamu undangan lainnya.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi di dampingi oleh Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot dalam sambutannya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau, karena selama kepemimpinannya belum mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

“Tadi pagi saya sempat buka Facebook. Saya masih melihat ada warga Kembayan yang melapor ke pak Presiden dan pak Gubernur soal kerusakan jalan di Semayang. Saya pastikan tahun ini atas bantuan pak Lasarus jalan itu dapat anggaran Rp 42 miliar,” ucap Paolus Hadi.

Dalam kesempatan itu juga, ia berharap kepada Gubernur Kalbar agar pekerjaan jalan di Kecamatan Jangkang yang selama ini di keluhkan masyarakat dapat segera di tender.

“Izin pak gubernur, saya berharap pekerjaan jalan Jangkang-Balai Sebut segera di tender. Dan ini sudah bulan tujuh, semoga dalam waktu dekat segera di kerjakan. Untuk jalan Meliau-Tayan juga sedang di kerjakan,” jelasnya.

“Evaluasi kami bersama pak Wakil Bupati, ternyata apa yang kami lakukan dengan mengakomodir budaya adat seluruh tanah air untuk menggelar even, menyekolahkan ribuan anak Sanggau ke perguruan tinggi ternyata yang di tanya adalah jalan. Mereka lupa sudah mendapat beasiswa dari Pemerintah daerah, sudah lupa bisa bergawai seperti ini, tapi anehnya jalan lah yang paling ramai di media sosial,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga Gubernur Kalbar yang di wakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalbar, Ignasius IK. Dalam sambutannya berharap kegiatan gawai ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi seluruh elemen masyarakat Sanggau.

“Khusus kepada Bupati Sanggau yang telah mendukung acara ini, saya haturkan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucapnya.

“Gawai dayak nosu minu podi merupakan wujud nyata pelestarian adat dan budaya bangsa. Khususnya yang ada di Kalimantan Barat yang di wariskan turun temurun,” pungkasnya.

Kalimantan Barat memiliki keragaman suku, agama dan budaya, bahasa, adat dan kepercayaan.

Keragaman ini menciptakan orkestra yang saling berkaitan satu dengan yang lain.

“Apabila perbedaan-perbedaan yang ada dapat berjalan dengan baik dan seirama maka akan tercipta harmonisasi yang indah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam bingkai NKRI.

Keragaman ini harus di jaga, di pelihara dan di rawat dengan baik. Untuk menjadikan Indonesia tetap bersatu dan kuat dalam menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.

  • Bagikan