Operasi dan Pemeliharaan Air Limbah Domestik di 6 Desa di Kabupaten Sanggau

  • Bagikan
foto: Kepala Dinas Perumahan, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sanggau Didit Richardi

SANGGAU, IndoTimeNews.com – Dinas Perumahan, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sanggau melakukan operasi dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik serta sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat terkait penyediaan sistem pengelolaan air limbah domestik di enam desa di Kabupaten Sanggau. Kegiatan di laksanakan 27-28 November 2023 bertempat di Hotel Emerald Sanggau.

Kepala Dinas Perumahan, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sanggau, Didit Richardi menyampaikan adapun enam desa di maksud yakni Desa Tunggal Bakti, Kecamatan Kembayan. Kemudian, Desa Lape dan Lintang Pelaman di Kecamatan Kapuas. Desa Semuntai dan Desa Semanggis Raya di Kecamatan Mukok serta Desa Rahayu di Kecamatan Parindu.

Menurutnya, pembangunan sanitasi membutuhkan komitmen dari semua pihak dan harus di lakukan secara serius. Keseriusan perbaikan kondisi sanitasi sebagaimana tercantum di dalam suistanable development goals (SDGs). Pada goals 6 di sebutkan bahwa akses air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia.

“Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan pada sektor lingkungan hidup adalah memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Target ini menyerukan pada negara untuk mencapai universal akses dalam sektor air minum dan sanitasi yang diharapkan terealisasi pada 2030,” ungkapnya Selasa (28/11).

Didit menjelaskan pembangunan di sektor infrastruktur tersebut bertujuan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

“Sesuai juknis pekerjaan DAK fisik bidang sanitasi dilaksanakan secara swakelola oleh tim pengelola swakelola kelompok swadaya masyarakat (TPS KSM) dengan melibatkan perangkat desa agar keberlanjutan sarpras yang sudah terbangun dapat terpelihara melalui pelatihan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam peraturan menteri keuangan (Permenkeu) Republik Indonesia,” katanya.

Berkenaan dengan kegiatan pelatihan kepada TPS KSM dan perangkat desa oleh bidang permukiman, Didit menyampaikan bahwa hal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah dan program pengembangan sistem pengelolaan persampahan regional tahun anggaran 2023.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dan peningkatan kapasitas dalam rangka update wawasan dan pemeliharaan mengenai akses penduduk terhadap fasilitas, prasarana dan sarana air limbah permukiman atau sanitasi yang layak serta mendukung percepatan pembangunan sanitasi melalui peningkatan akses layanan sanitasi di kabupaten dan kota prioritas pengembangan wilayah dalam RPJMN 2020-2024,” jelasnya.

  • Bagikan