Kasat Reskrim Polres Sanggau Bekuk Bandar dan Penyedia Tempat Kolok-Kolok di Bodok

  • Bagikan

Sanggau, IndoTimeNews.com – Polresta Sanggau mengamankan dua orang pelaku tindak pidana perjudian jenis kolok-kolok.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kapolres Sanggau melalui Kasatreskrim Polres Sanggau AKP Indrawan Wira Saputra, S.T.K. S.I.K., saat press release di ruangan PPKO Polres Sanggau. Jumat ( 23/2/24 )

Menurut Indrawan mengatakan, telah di amankan dua orang pelaku di sebuah kebun kelapa sawit milik Karbinus (Alm) di Dusun Bodok, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalbar, pada Jumat ( 9/2/24) sekitar pukul 21.30 Wib.

Kedua pelaku berinisial L alias S (54) selaku Bandar dan N alias B ( 36 ) selaku pemilik lahan/ tempat.

“Sebelumnya Satreskrim Polres Sanggau mendapat informasi dari masyarakat bahwa terdapat bangunan berupa tenda ditengah perkebunan sawit yang terbuat dari kain terpal. Karena di tempat tersebut akan di gelar perjudian jenis kolok-kolok,” kata Indrawan.

“Menindak lanjuti informasi tersebut tim langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan permainan judi tersebut berlangsung. Setelah mendapatkan informasi yang lengkap sekira pukul 21.30 Wib, saya yang memimpin, langsung melakukan penindakan di lokasi tersebut dan berhasil mengamankan 1(satu) orang bandar atas nama L alias S dan 1 (satu) orang penyedia tempat berikut barang bukti berupa uang dan alat permainan judi jenis kolok-kolok. Selanjutnya terduga pelaku dan barang bukti di bawa ke Polres Sanggau guna proses penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Modus operandi adalah
Bandar menyiapkan alat dan menjadi bandar dalam permainan judi jenis kolok-kolok untuk mendapatkan keuntungan.

Barang bukti yang di amankan, 1 (satu) Set hap terbuat dari ember warna biru, 1 (satu) buah lapak bergambarkan udang, kepiting, tempayan, ikan, bulan bunga, 1 (satu) buah tas warna coklat dengan tulisan polo sport, 6 (enam) buah dadu bergambarkan udang, kepiting, tempayan, ikan, bulan bunga;
uang sebesar Rp.8.169.000 (delapan juta seratus enam puluh sembilan ribu rupiah)

Pasal yang di persangkakan terhadap pelaku adalah Pasal 303 ayat (1) Ke 1e KUHPIdana.

Ancaman
hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya dua puluh lima juta rupiah.

  • Bagikan