SDN 10 Tubak Pasak di Segel Masyarakat, ini Penyebabnya !

  • Bagikan

BENGKAYANG, IndoTimeNews.com – Proyek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya membangun Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Tuba Pasak Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang, Kalbar, oleh PT. Keriasindo Putra Bangsa sudah selesai dibangun dan menyisakan persoalan dengan masyarakat setempat.

Atas persoalan tersebut beberapa masyarakat menyegel pagar sekolah dengan menggembok dan merantai pagar SDN 10 Tuba Pasak tersebut. Rabu (29/5/2024)

Peristiwa penggembokan oleh masyarakat untuk meminta pertanggungjawaban pada pelaksana kegiatan yaitu pada PT. Keriasindo Putra Bangasa.

Hal ini dikatakan Thomas salah satu warga setempat yang merasa dirinya di rugikan oleh pihak pelaksana.

“Saya sangat dirugikan dalam pembangunan SDN 10 Tuba Pasak Kecamatan Teriak,” jelasnya.

“Penyegelan pagar SDN 10 Tuba Pasak tidak ada maksud menghambat murid untuk
belajar menganjar. Tetapi belajar seperti biasa. Hanya pintu pagar utama yang di gembok dengan rantai,” ucapnya.

“Saya kebetulan terlibat dalam membantu penyediaan material, berjalannya waktu sampai selesai pengerjaan SDN 10 Tuba Pasak ada disitu kewajiban Pelaksana belum melunaskan pembayaran kepada saya,” tegas Thomas.

Permasalah ini sudah lama sekali. Sudah berbagai macam opsi sudah kita laksanakan. Kemudian bertemu dengan pihak perusahaan pelaksana. Tapi tidak ada hasilnya.

“Sejauh ini merekapun tidak memberikan harapan yang berarti, saya selaku warga jadi seolah-olah seperti di manfaatkan lah atau di bohongi,” tutupnya.

“Sehingga adapun saya dan teman-teman berharap pihak perusahaan ada itikad baiknya menyelesaikan tanggung jawab mereka terhadap material yang sudah kami keluarkan,” harapnya.

“Harapan saya tunggakan sebesar Rp. 359.256.000,- harus segera di bayar itu tanggung jawab perusahaan,” sebelum mereka bayar kami tidak akan buka segel gembok rantai pagar SDN 10 Tuba Pasak ini sebelum sampai mereka bayar, karena disitu ada hak saya,” kata Thomas dengan kesal.

Ditempat terpisah Kepala Sekolah SDN 10 Tuba Pasak Suhanda mengatakan bahwa dengan adanya penyegelan yang dilakukan oleh pihak yang dirugikan, pihaknya tidak merasa keberatan.

“Saya tidak keberatan karena itu hak mereka untuk penyegelannya,” sudah jelas permasalahannya itu hak mereka kami juga tidak dapat mengatakan bahwa itu tidak boleh,” terang nya.

Sebelum mereka melakukan penyegelan mereka sudah ada pemberitahuan kepada pihak pimpinan SDN 10 Tuba Pasak dan dilakukan dengan cara yang baik.

“Namun saya juga menyarankan sebelum melakukan penyegelan harus dilandasi dengan surat pemberitahuan terlebih dahulu supaya nanti tidak ada kesan bawa kita itu kurang lebih seperti preman,” ucap Suhanda di kediamannya.

“Sebelum melakukan penyegelan. Mereka komunikasi dengan saya untuk melakukan penyegelan dengan cara yang baik .Itu tidak jadi masalah buat kami,” ucapnya.

Menurut Kepala Sekolah SDN 10 Tuba Pasak, yang menjadi masalah nya buat kami sekarang untuk proses pembelajaran. Hal itu yang sedang kami pikirkan.

“Kami tidak menyalahkan adanya penyegelan nya, disisi lain kami pusing mau melakukan proses pembelajaran nya itu dimana,” ucapnya.

“Karena saat proses pembangunan saja kami melaksanakan pembelajaran mengajar di gedung gereja, kemudian di posyandu dan rumah masyarakat. Kami terpencar kadang satu guru ke guru yang lain dalam satu Minggu bisa tidak bertemu,” ucap Suhanda

Jadi permasalahan, yang terjadi dengan tugas pokok kami. Kalau mereka tidak melaporkan ke kami,kami juga tidak tahu dengan kurangnya komunikasi.

“Akibatnya kami tidak dapat belajar disitu namun di satu sisi kami merasakan kalau berada dalam posisi mereka, yang melakukan penyegelan sekolah itu dan mungkin kami bisa juga melakukan hal yang sama, kami bisa juga seperti mereka dan itu bukan dana yang sedikit yang mereka tutut,” tuturnya.

Kepala Sekolah sudah memberitahukan kejadian penyegelan kepada pihak PUPR Kalbar.

“Masalah ini sudah saya komunikasikan ke PUPR Kalbar dan sudah saya kirim poto-poto penyegelan itu dan juga saya mohon untuk bagaimana bisa cepat diselesaikan tapi sampai dengan detik ini belum ada tanggapan,” pungkas Suhanda.

Tanggapan Komite SDN 10 Tuba Pasak Ahon terkait penyegelan pagar Sekolah gembor dengan rantai. Komite sekolah mengatakan dengan permasalah tersebut, mereka selaku komite tidak bisa melarang ada nya penyegelan ini.

“Ya mau apa lagi kalau sudah terjadi,” jelas nya.

“Kami berharap dan meminta kepada pelaksana PT. Keriasindo Putra Bangsa untuk menyelesaikan permasalah ini agar belajar mengajar di sekolah ini tidak terganggu dengan persoalan tersebut. Kasian dengan anak-anak yang sekolah disini menjadi beban melihat pagar sekolahnya di gembok dengan rantai dan itu saja dari saya,” pinta Ahon.

  • Bagikan