Entikong, IndoTimeNews.com – Dalam rangka mempererat hubungan harmonis antarinstansi dan masyarakat di wilayah perbatasan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong turut menghadiri perayaan Pesta Perak Gereja Santo Yohanes Maria Vianney Entikong yang digelar pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah yang menandai perjalanan 25 tahun berdirinya Gereja Santo Yohanes Maria Vianney sebagai salah satu pusat kegiatan rohani dan sosial masyarakat di Kecamatan Entikong.

Kehadiran jajaran Kantor Imigrasi Entikong yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, Henry Dermawan Simatupang, menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di wilayah perbatasan. Selain menjalankan fungsi pelayanan publik di bidang keimigrasian, Imigrasi Entikong juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan keharmonisan antarumat beragama
Partisipasi tersebut juga mencerminkan kontribusi positif Imigrasi Entikong dalam membangun komunikasi lintas lembaga serta mempererat sinergi antara aparat pemerintah dan masyarakat. Wilayah Entikong sebagai pintu gerbang lintas batas Indonesia–Malaysia memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pengawasan lalu lintas orang, tetapi juga dalam menciptakan citra wilayah perbatasan yang damai, toleran, dan saling menghargai.
Melalui kehadiran dalam perayaan ini, Kepala Kantor Imigrasi Entikong, Henry Dermawan Simatupang, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjadi bagian dari masyarakat Entikong secara utuh. Instansi ini tidak hanya hadir dalam fungsi pelayanan keimigrasian, tetapi juga sebagai mitra sosial yang turut mendorong pembangunan karakter masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Perayaan Pesta Perak Gereja Santo Yohanes Maria Vianney juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama lintas sektor di bidang sosial, kemasyarakatan, dan pelayanan publik. Sinergi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan di daerah perbatasan.

Kantor Imigrasi Entikong menilai bahwa kegiatan keagamaan dan sosial memiliki peran penting dalam membangun semangat persaudaraan antarwarga. Dengan menjunjung tinggi nilai saling menghormati dan menghargai perbedaan, masyarakat Entikong diharapkan dapat terus hidup berdampingan secara damai dan produktif.
Melalui momentum 25 tahun Gereja Santo Yohanes Maria Vianney, Henry Dermawan Simatupang menyampaikan apresiasi atas dedikasi gereja dalam membangun nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Semangat pelayanan, solidaritas, dan persaudaraan yang tercermin dalam perayaan ini menjadi teladan bagi semua pihak dalam memperkuat kehidupan sosial yang harmonis di kawasan perbatasan.











